Senin, 16 November 2015

Financial Planning - Manajemen Risiko

MANAGEMENT RESIKO
A.     Pengertian
Manajemen resiko adalah suatu pendekatan terstruktur dalam mengelola ketidak pastian yang berkaitan dengan suatu aktivitas manusia (Penilaian risiko,penegembangan strategi untuk mengelolanya).
B.      Klasifikasi Risiko
1.      Risiko Operasional
Menurut Basel II,risiko operasional didefinisikan sebagai suatu risiko kerugian yang disebabkan karena tak berjalannya proses internal, manusia dan sistem.Risiko ini dapat diterapkan pada semua jenis organisasi bisnis,terutama bidang perbankan yang regulatornya bertanggung jawab untuk menciptakan pengamanan.
2.      Risiko Hazard
Suatu keadaan atau kondisi yang dapat memperbesar kemungkinan peristiwa-peristiwa yang apabila terjadi dapat menimbulkan kerugian. Dalam risiko hazard dibagi menjadi 4 bagian yaitu :
a.      Physical Hazard
Kondisi yang bersumber dari mental seseoranng secara fisik dari suatu obyek dapat memperbesar terjadinya peril (Peristiwa yang memungkinkan terjadinya kerugian).
b.      Moral Hazard
Suatu yang bersumber dari mental seseorang yang dapat memperbesar suatu peril.
c.       Morale Hazard
Tidak berhati-hati dalam mengelola modal.
d.      Legal Hazard
Mengabaikan serta melanggar peraturan-peraturan yang melindungi debitur sendiri dari peril.
3.      Risiko Finansial
Mengacu pada suatu desain dan implementasi dari prosedur untuk mengidentifikasi, mengukur, dan mengelola risiko finansial.
Jenis risiko finansial:
a.      Risiko Pasar
Merupakan kondisi yang di alami oleh suatu perusahaan yang disebabkan oleh erubahan kondisi dan situasi pasar.
Bentuk-bentuk resiko pasar:
1.      General Marker (Resiko Pasar Secara Umum).
2.      Specific Market Risk (Resiko Pasar Secara Spesifik).
b.      Risiko Likuiditas
Mempunyai 2 bentuk, risiko likuiditas aset (Asset Liquidity Risk) dan risiko likuiditas pembiayaan(Finding Liquidity Risk).

c.       Risiko Kredit
Adalah risiko kehilangan piutang yang dimiliki dimana counterparties mungkin tidak bisa memenuhi kewajiban kontrak mereka. Efek dari risiko ini diukur oleh biaya penggantian arus kas.
Risiko kredit juga mencakup risiko kekuasaan (sovereign risk)
d.      Risiko Operasional
Risiko kehilangan yang dihasilkan dari ketidakmampuan proses internal perusahaan, SDM, dab sistem kejadian eksternal.
4.      Risiko Strategik
Risiko terjadinya serangkain kondisi yang tak terduga, dapat mengurangi kemampuan manajer untuk berimplementasi.
C.      Proses Manajemen Risiko
1.      Internal Environment (Lingkungan Internal)
Berkaitan dengan lingkungan di mana instansi Pemerintah berada dan beroperasi.
2.      Objective Setting (Penentuan Tujuan)
Dapat dipilah menjadi 3 kategori:
a.      Operations Objectives.
b.      Reporting Objectives.
c.       Compliance Objectives.
3.      Even Identification (Identifikasi Risiko)
Terdapat 4 model dalam identifikasi risiko:
a.      Exposure Analysis.
b.      Environmental Analysis.
c.       Threat Scenario.
d.      Brainstorming Questions.
4.      Risk Assessment (Penilaian Risiko)
Dapat menggunaka 2 teknik:
a.      Qualitative Techniques.
b.      Quantitative Techniques.
5.      Risk Response (Sikap atau Risiko)
a.      Avoidance.
Dihentikannya aktivitas yang menyebabkan risiko.
b.      Reduction.
Mengambil langkah-langkah menguarangi impact dari risiko.
c.       Sharing.
Mengalihkan bersama risiko dengan pihak lain.
d.      Acceptance.
Menerima risiko yang terjadi dan tidak ada upaya yang dilakukan.
6.      Control Activities (Akitifitas Pengendalian).
Lingkungan pengendalian:
a.      Integritas dan Nilai Etika.
b.      Kompetensi.
c.       Kebijakan dan praktik-praktik SDM.
d.      Budaya Organisasi.
e.      Filosofi dan gaya kepemimpinan manajemen.
f.        Struktur Organisasi.
g.      Wewenang dan tanggung jawab.
7.      Information and Communication (Informasi dan Komunikasi).
Menyampaikan informasi yang relevan kepada pihak terkait melalui media komunikasi.
Faktor-faktor yang perlu diperhatikan:
a.      Kualitas Informasi.
b.      Arah Komunikasi.
c.       Alat Komunikasi.
8.      Monitoring.
Dapat dilaksanakan baik secara terus menerus maupun terpisah. Pada proses monitoring, kendala yang harus diperhatikan, yaitu pelaporan yang tidak lengkap (tidak relevan).
D.     Teknik-Teknik Manajemen Risiko
1.      Penghindaran (Risk Avoidance).
2.      Menahan  Risiko (Risk Retention).
3.      Penahanan yang Direncanakan dan Tidak Direncanakan.
4.      Pendanaan Risiko yang Ditahan.
5.      Risk Transfer.
E.      Insurable Risk (Risiko yang Dapat Diasuransikan)
Ada 8 elemen yang harus ada di dala sesuatu risiko agar dapat diasuransikan:
1.      Risiko harus bersifat homogen.
2.      Bentuk risiko harus murni (Pure Risk).
3.      Selain berbentuk murni, juga harus merupaka risiko khusus.
4.      Kerugian yang diakibatkan terjadinya suatu peristiwa yang bersifat kebetulan (Fortuitous).
5.      Risikonya bukan suatu hal yang bertentangan dengan kebijaksanaan umum (Not Againts Public Policy).
6.      Objek risiko yang mungkin timbul, harus dapat diukur dengan uang (Financial Value).
7.      Mereka yang akan mengalihkan risiko tersebut, harus mempunyai insurable interest atau kepentingan yang melekat pada objek pertanggungan yang sah dilindungi hukum.

8.      Atas peralihan risiko tersebut harus dapat ditetapkan jumlah premi asuransi yang wajar (Reasonable Premium).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar